10 Album Death Metal Terbaik Sepanjang Masa

peace love death metal

Death Metal adalah sub-genre musik Metal yang lebih keras dari Metal. Begitu mungkin deskripsi paling mudah untuk menjelaskan musik jenis ini. Jadi, kalau kamu pernah dengar… Misalnya, Metallica. Nah ini jauh lebih keras lagi.

Musik ini adalah musik yang sangat keras. Tentunya bukan satu-satunya jenis musik yang saya dengarkan. Tapi satu-satunya genre yang bisa saya dengarkan dalam segala keadaan dan mood. Secara musikal, death metal tidak mempengaruhi secara langsung musik yang saya tulis bersama band saya, Puppen. Jika ada, hanya beberapa rangkaian riff saja, yang saya suka dan rasa cocok.

Sebentar. Sebelum membaca lebih jauh, saya tidak tertarik untuk berdebat tentang “genre musik”. Karena buat saya sekarang, genre musik hanyalah alat untuk menyusun katalog musik di Spotify. Dibuat menjadi sesuatu yang yang layak diperdebatkan oleh… entah oleh siapa. Tapi saya tidak mau ikut. Jadi jika kamu ingin debat, silahkan debat sendiri. Tumben memang saya buat posting list dan review album. Terakhir saya lakukan ini secara rutin adalah 10-11 tahun lalu, ketika saya masih sering kontribusi di majalah-majalah surf dan skateboard. Saya malas bikin review. Karena biasanya jadi debat. Nggak ngerti kenapa review album bisa jadi debat. Ya suka-suka yang review aja mau ngomong apa.

Tapi, ulasan yang bertanggungjawab selalu memiliki latar belakang. Daftar ini juga punya alasan. Faktor-faktor yang menyebabkan album-album tersebut bisa masuk ke daftar adalah sebagai berikut:

  1. Album tersebut harus ada di Spotify. Jadi saya masih bisa nikmati hingga sekarang.
  2. Ini pendapat pribadi dari apa yang saya dengar dan rasakan, bukan pelajaran sejarah Death Metal. Jadi jangan komplen kalau tidak ada album dari Venom.
  3. Ini adalah yang terbaik dari yang terbaik. Semisal saya hidup hanya boleh mendengarkan 10 album death metal, ya berarti saya akan memilih apa yang ada di daftar di bawah.
  4. Saya juga memilih dari sisi listenability-nya. Jadi faktor produksi itu sangat penting. Latar belakang saya sebagai gitaris dan produser tidak bisa menipu perasaan saya sendiri. Buat saya, materi bagus jadi tidak bagus jika tidak didukung produksi. Masalah album jadi laku, ya itu akibat saja. Karena materinya (berarti + produksi) bagus.
  5. Saya hanya ingin memilih 1 album untuk 1 band.
  6. Kalau kamu bilang, “Wah album-albumnya mainstream, kurang ‘aneh’!”. Maka, f*ck you!

Jadi, setelah beberapa bulan terakhir bernostalgia di Spotify, saya jadi teringat bagaimana saya bisa sangat suka dengan death metal. Penyebabnya adalah album-album di bawah ini:

1. Entombed “Clandestine”

Clandestine

Sedih kalau harus hanya memilih 1 album dari Entombed, karena Wolverine Blues dan Left Hand Path juga bagus banget. Tapi dari ketiganya, Clandestine yang paling istimewa karena merupakan album transisi mereka menjadi Entombed modern. Saking istimewanya, buat saya album ini merupakan album death metal terbaik sepanjang masa. Selain itu Crawl buat saya adalah lagu death metal terbaik sepanjang masa.

2. Dismember “Death Metal”

Dismember
Dibanding semua yang berada di daftar ini, album dari band asal Swedia ini rilis paling bungsu. Jadi produksinya sudah lebih modern dari yang lain. Tapi tidak mengurangi kadar keklasikannya. Buat penggemar gitar metal seperti saya, album ini tidak akan pernah habis jadi bahan untuk main air guitar.

3. At The Gates “Slaughter of the Soul”

At-The-Gates
Album ini adalah album terakhir sebelum mereka hiatus dan reuni untuk membuat album comeback “At War With Reality tahun 2014. “Slaughter of the Soul” dibuka dengan sangat fenomenal oleh lagu “Blinded By Fear” yang cepat dan straighforward. Diperlukan teknik bermusik yang sangat tinggi untuk bisa memainkan gitar melodius di atas ketukan drum cepat dengan ramuan produksi sound yang in-your-face seperti ini. Tidak mungkin tidak masuk ke daftar album terbaik sepanjang masa saya.

4. Napalm Death “Diatribes”

Napalm-Death

Album ini sangat spesial karena ada cerita yang tidak akan pernah saya lupakan. Suatu hari Puppen didaftarkan untuk manggung di acara Full Moon Cafe oleh Arian. Acara ini dilaksanakan di malam bulan purnama diatap gedung Sabuga, Bandung. Waktu itu adalah pelaksanaan kedua. Yang datang intelektual. Yaitu mereka yang kebanyakan dosen, mahasiswa dan alumni ITB. Panitia tidak tahu sama sekali Puppen itu band seperti apa. Yang mereka tahu Puppen itu band “rock”. Bahkan ketika technical meeting beberapa hari sebelum acara, Arian masih ditanya, “Mas Arian, Puppen mainin rock-nya pakai gitar akustik atau elektrik?”. Sambil pasang muka polos (kebayang), dia menjawab, “Elektrik”. Hahaha Arian bangsat.

Sementara itu secara terpisah kami sudah menyiapkan “Greed Killing” dari album ini sebagai lagu pembuka. Di hari H, kami melatih lagu khusus untuk soundcheck. Saya lupa lagunya apa, tapi lagunya tidak berisik, agar tidak mencurigakan. Akhirnya lolos, kami tidak ketahuan jadi band metal. Malamnya, kami dipanggil untuk naik panggung. Lagu pertama baru berjalan kurang lebih semenit, penonton, setidaknya yang duduk dibagian depan, bubar. Hahaha.

5. Strapping Young Lad “City”

Strapping-Young-Lad

Nggak tahu ini masuknya death metal atau bukan. Tapi berisik banget. Suka! Apalagi bisa ketemu Devin Townsend di Golden Gods 2013! \m/

6. Carcass “Heartwork”

Carcass

Sulit memutuskan mana album terbaik dari musisi asal Inggris ini. Pilihan saya berhenti pada album ini dan “Swansong“. Tapi akhirnya saya memilih ini karena lebih keras dan punya kontinuitas dengan album mereka terakhir “Surgical Steel“. Dari lagu pertama hingga akhir, top. Puas.

7. Deicide “Deicide”

Deicide
Saya dapat album ini format kaset dari Rully, teman dari Suaka yang merantau ke Amerika di tahun 1992. Klasik.

8. Obituary “Cause Of Death”

Obituary
Album ini keluar ketika saya masih awal belajar main gitar electric di tahun 1990. Yang langsung menarik perhatian saya waktu itu adalah suara vokal John Tardy. Edan.

9. In Flames “Colony”

In-Flames
Memilih album terbaik In Flames lebih sulit lagi dari Carcass. Saya bolak-balik mencoba memilih antara album ini, Whoracle, Clayman dan Soundtrack To Your Escape. Tapi Colony yang terbaik. Senang sekali bisa nonton band ini di London.

10. Death “Spiritual Healing”

Death
Waktu itu, album ini adalah album yang musiknya paling keras yang saya dengar. Legendaris.

Tambahan

Ada 3 album lagi yang pantas saya sebutkan, tapi tidak masuk 10 besar. Mereka adalah:
1. Morbid Angel “Altar Of Madness“.
2. Cannibal Corpse “Tomb Of The Mutilated“.
3. Terrorizer “World Downfall“.

Suka dengan daftar ini? Terimakasih. Tidak suka? Silahkan buat daftar sendiri! 🙂

By Robin

Jack of all trades living in SF Bay Area, California. Asian.

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *