Jokowi Larang Investor Asing Akuisisi Bisnis Online. Jadi?

Alien

Saya sudah pernah bekerja atau berbisnis dengan berbagai macam bangsa dari Eropa, Amerika, Asia dan Australia. Paling enak ya urusan sama orang Indonesia, sama bangsa sendiri. Jadi menurut saya kalau mau bikin kebijakan larang-larang segala macam gampang lah. Bisa nanti, Pak Presiden. Kalau memang sudah benar iklim investasi lokalnya, pengusaha kreatif juga mungkin nggak bakal pilih investor asing kok.

Robin, kok tiba-tiba ngomel? Karena kemarin Ketua Badan Ekonomi Kreatif (BEK), Triawan Munaf mengatakan pada CNN:

Presiden melihat banyak sekali sub sektor UKM yang tidak diperhatikan. Beliau selalu memberi contoh bisnis online untuk dijaga, dilindungi agar bisa membesar di Indonesia sendiri, jangan buru-buru dibeli oleh pihak asing. Presiden meminta agar pengembang bisnis online untuk tidak menjual sehingga menjadi pemain-pemain kelas dunia.

Sebelumnya teman saya Gustaff dari Common Room pernah menyampaikan hal serupa, ketika Presiden Jokowi mengunjungi  Bandung Creative City Forum beberapa minggu lalu. Katanya beliau ‘sedih’ melihat bisnis online yang dijual ke pihak asing.

Saya juga sedih jika melihat perusahaan potensial menjadi “The Next Google” atau “The Next Apple” yang ingin tumbuh terburu-buru. Tapi mungkin ada perusahaan yang memang harus diakuisisi asing karena tidak ada pihak Indonesia yang bisa membawa perusahaan lokal hingga tingkat dunia. Jika keadaannya demikian, maka apa yang harus dilakukan perusahaan, menunggu tawaran tertinggi dari investor lokal? Atau BEK akan bantu sepenuhnya?

Jika saya pribadi menghadapi masalah tersebut, dan menerima tawaran dari pihak asing, maka maaf Pak Presiden, saya akan ambil tawaran tersebut daripada jadi orang aneh sendirian di negeri sendiri. Buat saya, ini bukan soal pihak asing atau pihak lokal, bukan pula soal the highest bidder. Tapi untuk menjadi “The Next Google” itu perlu bantuan dari banyak pihak, dan tidak selamanya negara mampu membantu mereka. Seperti yang Mas Triawan sendiri bilang, “banyak sekali sub sektor UKM yang tidak diperhatikan“. Nah lo. Terus kalau dilarang, semua masalah jadi selesai? Atau malah berpotensi nambah masalah?

Sebagai penutup, saya ingin mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi, Mas Triawan dan seluruh tim atas diresmikannya Badan Ekonomi Kreatif Indonesia. Beberapa langkah yang saya lihat, kemungkinan besar benar, dan akan membawa industri kreatif ke arah yang lebih baik. Tapi mohon benar-benar perhatikan bisnis kreatif kecil, sebelum lebih banyak lagi yang dibawa kabur oleh pihak-pihak yang lebih kompeten, pihak asing.

Foto: masha krasnova-shabaeva (CC BY-NC-ND 2.0).

Author: Robin

Jack of all trades living in SF Bay Area, California. Asian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *