WHY WORK WHILE YOU CAN ROCK?

CREATIVITY KILLS!
Menjadi rocker adalah dambaan dan rocker itu bekerja. Yang membedakan rocker dengan pekerjaan lainnya adalah rocker ngga kerja 9-5. A work is a work; jadi pasti ada assignment yang harus diselesaikan. Yang bisa menjadi rocker itu bukan hanya musisi. Banyak cara. Menurut gua skateboarder itu rocker. Skateboarding, berawal dari sidewalk surfing, yaitu permainan yang diciptakan oleh surfer di Dogtown, Amrik sono, yang bosan menunggu ombak. Mereka membuat papan surf yang diberi roda, agar dapat main surf di darat. Jadi bisa surfing tanpa ombak. That was a long time a go. Hari ini skateboarding ada dimana-mana. Sejak Dogtown rats di dekade 80an menemukan skateboarding, dengan kreatifitas yang terarah, skateboarding berkembang dari sekedar permainan menjadi industri multimilyard dolar.

FUCK ART DO THE MATH
Entrepreneurship sangat melekat pada scene skateboard. Skateboarder beramai-ramai mendirikan perusahaan yang mengakomodir kebutuhan skateboarder sendiri. Contoh signifikan adalah personil Z-Boys;Tony Alva yang sudah memiliki perusahaan di umur 19 tahun. Satu dekade terakhir, perusahaan-perusahaan yang berbasis surfing masuk dan ikut bermain. Perusahaan-perusahaan seperti ini berkembang lebih baik daripada perusahaan yang hanya berbasis skateboard saja. Ini terbukti, perusahaan dengan core image seperti itu memiliki lisensi di luar negeri, sampai di negara berkembang.

BIG CASH IS INVOLVED, LET’S GET IN CHARGE!
Skateboarder adalah individualis. Mereka juga selalu ingin memiliki usaha sendiri di bidang yang mereka sukai. Karena hidup adalah bekerja; dan pengertian bekerja di dunia skateboard adalah mengerjakan apa yang mereka suka. Di perusahaan seperti ini, manpower dari level pemilik hingga tukang sapu, diisi oleh skateboarder. Tatto dan celana pendek menjadi uniform kerja. Dengan kebebasan berekspresi seperti itu, mereka tetap dapat bekerja dengan baik dan mencapai tujuan perusahaan. Tentunya yang paling diuntungkan dari perkembangan bisnis ini adalah individualis itu sendiri. Perusahaan mensponsori dan menggunakan foto-foto action mereka untuk dijadikan materi advertising. Selain itu, menjadi skateboarder profesional adalah entry terbaik untuk bisa masuk industri. Pada saat umur sudah tidak memungkinkan untuk cedera tulang, mantan skateboarder profesional dengan latar pendidikan yang baik, tentunya tidak akan sulit untuk mendapat pekerjaan di perusahaan-perusahaan seperti ini.

THE SCENE IS GROWING
Karena sebagian besar pelaku industri adalah juga skateboarder, baik yang masih aktif maupun tidak, maka tumbuh kans hubungan baik antara scene dan industri. Ada beberapa elemen bisnis yang sangat membantu perkembangan industri ini. Yang pertama adalah pertandingan. Industri juga membantu mengembangkan minat dan bakat; dengan mensponsori pertandingan skateboard. Dari mulai yang kecil hingga skala dunia. Quiksilver mempunyai pertandingan tahunan Quiksilver Bowlrider di Marseille, Perancis, Globe & Titus mensponsori Munich World Cup Skateboarding di Jerman, dan Volcom mempunyai agenda pertandingan skateboard keliling di Indonesia. Yang kedua adalah media. Awalnya majalah-majalah ini hanya dibuat oleh komunitas skateboard dalam bentuk zine, dengan estetika cut & paste art, fotokopi dan distribusi seadanya. Sekarang, penerbit besar seperti Warner Publication sampai tertarik untuk membeli lisensi majalah Transworld. Majalah gratis Happy mempunyai oplah sampai 63.000 eksemplar tiap bulan. Penerbit gila Larry Flint (boss majalah Hustler) memiliki majalah Big Brother. Terakhir, majalah Thrasher sudah bertahan lebih dari 20 tahun. Ketiga adalah Video. Perusahaan merilis video untuk dapat menjual atlitnya (baca: skateboarder). Highlight akhir-akhir ini adalah film dari Emerica, Flip, dan video dari Girl. Film terakhir di sutradarai oleh sutradara kondang mantan skateboarder; Spike Jonze. Keempat adalah Skatepark. Melihat demand yang demikian tinggi, selain perusahaan, pemerintah daerah di Amerika sangat membantu pembangunan skatepark. Maka skatepark pun dibangun di seluruh pelosok Amerika. Belum lama, di Malaysia dibangun beberapa skatepark besar dengan standar fasilitas pertandingan profesional dengan bantuan pemerintah dan Youth Foundation disana.

MUSIC AS THE EPSILON
Ada satu lagi variabel yang masuk dan ikut mempengaruhi perkembangan industri; musik. Skateboarder dapat mendengarkan musik apa saja dan tetap menjadi skateboarder. Terakhir, beberapa perusahaan skateboard juga terlibat di musik seperti Session yang mempunyai record label sendiri, Session Records dan Volcom dengan Volcom Entertainment. Beberapa profesional skateboarder bahkan mempunyai album sendiri seperti Chad Muska, Ray Barbee dan boss perusahaan Real Skateboards; Tommy Guererro. Sebuah rangkaian rilisan yang sangat legendaris di dunia skateboard adalah Thrasher Skate Rock, Vol. 1 – 13. Dalam perkembangannya, perusahaan-perusahaan itu juga melakukan celebrity endorsement. Di Amerika, fenomena yang signifikan di industri boardriding adalah Hurley yang memberikan endorsement kepada Blink 182.

WRITER’S NOTES
Tidak akan pernah cukup untuk membahas skateboarding, bahkan majalah Thrasher sudah menulis skateboarding selama 20 tahun! Yang gua tulis hanyalah pembahasan satu sisi. Subjektifitas terjamin disini. Tetapi ini adalah sebuah profesi alternatif yang di beberapa bagian dunia sudah menjadi trend. Melakukan apa yang kita suka dan dibayar dengan bagus, so why work while we can rock?

Originally published in MTV TRAX (now Trax) magazine

By Robin

Jack of all trades living in SF Bay Area, California. Asian.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *